Cik Ujang Janjikan Masalah Pedagang di PTM Square Bisa Selesai
Pemda Bentuk Tim Khusus

By Ariel 09 Sep 2020, 08:10:36 WIB Lahat
Cik Ujang Janjikan Masalah Pedagang di PTM Square Bisa Selesai

LAHAT,onlinekite.id -  – Puluhan pedagang pasar tradisional modern (PTM) Square Lahat, kembali mendatangi Pemda Lahat, Selasa (8/9). Mereka meminta Pemkab Lahat agar menyelesaikan permasalahan para pedagang.

Diantaranya terkait beberapa pungutan serta rencana pembangunan lapak di kawasan tersebut. Dianggap para pedagang memberatkan. Apalagi secara historis, awal pedagang ramai menempati pasar tersebut, pindahan dari pasar serelo yang dianggap semerawut pada tahun 2005 lalu.

Kemudian para pedagang mengangap bahwa kawasan yang akan dibangun merupakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Selain itu meminta mengkaji ulang perjanjian yang ada sebelumnya. “Pada perjanjian sebelumnya antara pihak pemilik PTM dengan Pemkab Lahan di lahan seluas 3 ha.

Sementara saat ini, bukan hanya ruko, juga yang lainnya juga sudah dibeli para pedagang. Sehingga meminta perjanjian itu dikaji ulang,” ukar ketua Forum Pedagang PTM, Dodo Arman didampingi Kuasa Hukumnya Rusdi Somad, Selasa (8/9) saat rapat dengan Bupati Lahat Cik Ujang SH dan intansi terkait.

Sementara Bupati Lahat Cik Ujang SH didampingi Sekda Lahat H Januarsyah Hambali SH MH menegaskan akan membantu para pedagang menyelesaikan masalah. Diantaranya mengupayakan perpindahan ke pasar kangkungan. Atau membentuk tim khusus mengkaji perjanjian antara Pemkab Lahat dan Pemilik PTM yang terdahulu.

“Kita bentuk tim dari pihak pedagang dan juga dari Pemkab Lahat. Sehingga kita bisa tahu permasalahannya dan langkah – langkah kedepan bagi para pedagang,” tegas Bupati.

Seperti diwartakan sebelumnya, Ratusan pedagang PTM Lahat melakukan aksi damai ke Pemkab Lahat. Meraka merasa ditindas oleh pihak yang mengatasnamakan pengelola pasar.

Lantaran para pedagang terutama pedagang lapak diminta bayaran cukup tinggi. Dengan alasan untuk perbaikan lapak pedagang.

Rifin (54) salah satu pedagang di PTM mengungkapkan bahwa awalnya mereka pindah ke PTM pada tahun 2008 lalu. Saat itu, dirinya bersama pedagang lainnya beedagang di pasar lama Jl Serelo Lahat hingga ke kangkungan kelurahan Kota Jaya Lahat. Selanjutnya direlokasi le PTM.

Tiba- tiba selama bertahun- tahun berjualan, pihak PTM meminta bayaran untuk membongkar lapak. Karena selama ini pedagang hanya diminta bayaran untuk sampah, listrik dan retribusi. (arl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment