Dugaan Korupsi di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Ferry Wiisnu Dilaporkan

By Ariel 15 Okt 2019, 23:28:37 WIB Lahat
Dugaan Korupsi di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Ferry Wiisnu Dilaporkan

Keterangan Gambar : Ferry Wisnu


LAHAT,onlinekite.id - Dugaan Korupsi di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Setda Lahat yang dilaporkan oleh Rangga Guritno, Ketua Komite Anti korupsi (KAK)  Lahat ke Kejari Lahat akhirnya menemui babak baru.

Sejumlah oknum pegawai Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Pemkab Lahat saat ini sudah diminta keterangan oleh pihak Kejari Lahat.

Rangga Guritno menyakini, jika dugaan korupsi yang dilaporkannya itu akan serius diusut Kejari Lahat, sehingga akhirnya dapat menetapkan status hukum bagi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Dijelaskannya, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Lahat telah melakukan pungli atau korupsi untuk pembuatan kontrak proyek, sebesar Rp. 2.500.000 per proyek.

Pembuatan kontrak proyek ini dikoordinir oleh Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa  yang kini telah memonopoli ratusan pembuatan kontrak proyek di Kabupaten Lahat.

“Tentu ada keterlibatan Fery Wisnu yang menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Lahat, tak mungkin Kasubbag Pengadaan berani melakukan pungli jika tak ada restu.  Nantilah kita tunggu kerja Kejari Lahat untuk mengungkap semuanya,” kata Rangga.

Selain Pungli pembuatan kontrak sebesar Rp. 2.500.000, para kontraktor juga lanjut Rangga, menebus Surat Perintah Kerja (SPK) atau yang lazim disebut Genning di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Lahat dengan uang tebusan berkisar dari Rp.500.000 sampai dengan Rp.1.000.000.

“Seharusnya SPK atau Genning proyek menjadi tanggung jawab dinas instansi terkait. SPK Bukan wewenang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Lahat untuk mengeluarkannya. Namun yang terjadi, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Lahat juga ikut-ikutan mengeluarkan SPK,” jelas Rangga.

Menurut Rangga, Sekda Lahat Januarsyah Hambali terkesan tidak dapat mengontrol kerja bawahannya, sehingga terindikasi melakukan tindakan yang melanggar hukum. Bahkan kini telah beredar rekaman telepon dari seorang kontraktor yang mengatakan bahwa ia telah menyetor sejumlah uang ke Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, Fery Wisnu.

"Terjadinya pungli dan korupsi di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa ini seakan membuat Sekda tidak berfungsi. Tidak ada pengawasan yang baik dari Sekda terhadap bawahannya,” kata rangga.

Sementara itu, terkait persoalan ini, Sekda Lahat, Januarsyah Hambali belum dapat memberikan tanggapannya, ketika hendak dikonfirmasi tidak dapat ditemui.(gbr)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment