Hendak Menagkap DPO, Dua Anggota Polisi di Empat Lawang Kena Tusuk

By Ariel 01 Agu 2019, 05:22:39 WIB Empat Lawang
Hendak Menagkap DPO, Dua Anggota Polisi di Empat Lawang Kena Tusuk

EMPAT LAWANG, onlinekite.id – Setidaknya dua anggota Kepolisian Resort (Polres) Empat Lawang, yang diduga berdinas di Kepolisian Sektor (Polsek) Ulu Musi, mengalami luka tusuk senjata tajam saat menangkap seorang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian, Rabu (31/7/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Anggota kepolisian yang belum diketahui namanya itu, terpaksa menjalani perawatan medis di RSUD Empat Lawang, pasca kejadian yang diinformasikan di Tanjung Raman Pendopo, Kabupaten Empat Lawang.

Belum ada informasi lanjutan terkait kejadian itu, namun Kapolsek Ulu Musi Iptu Suryadi saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya kejadian itu. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat sejumlah anggota Kepolisian melakuan operasi penangkapan salah seorang DPO yang juga belum diketahui namanya.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku melakukan perlawan dengan menusuk salah seorang anggota yang hendak menangkapnya. Melihat terjadi penusukan terhadap anggota polisi yang dilakukan pelaku, anggota yang lain langsung menembak pelaku hingga pelaku mengalami luka tembak.

Baik anggota korban penusukan dan pelaku yang ditembak, selanjutnya langsung dibawa ke RSUD Empat Lawang di Tebing Tinggi, untuk menjalani perawatan medis.

Kapolsek Ulu Musi, Iptu Suryadi saat dikonfirmasi membenarkan informasi anggotanya kena tusuk DPO saat hendak dilakukan penangkapan.

“Iya, lihat saja di RSUD di Tebing Tinggi,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Muhibuddin mengaku sudah mengetahui adanya informasi tersebut. 

“Dari versi warga di Pendopo, pelaku saat ditangkap polisi lalu melakukan perlawanan langsung melakukan penusukan pada anggota,” jelas Budin.

Kemudian, melihat pelaku melakukan penusukan, polisi baru melakukan penembakan terhadap pelaku hingga pelaku mengalami luka tembak.

“Jadi, versi di sini, pelaku ditangkap dulu lalu melawan dan menusuk, baru setelah itu polisi tembak pelaku. Bukan ditembak dulu baru ditangkap,” terangnya.

Dia mengaku belum begitu jelas berapa orang anggota polisi yang luka akibat kejadian ini. Sebab, setelah kejadian yang begitu cepat tersebut, baik pelaku maupun anggota yang luka langsung dibawa ke RSUD di Tebing Tinggi.

“Saya saat ini fokus mendinginkan situasi. Sebab, ada kabar keluarga pelaku penusukan akan ke Tebing Tinggi minta pelaku penusukan dibebaskan,” tukasnya. 

Sementara itu di RSUD Empat Lawang, dikabarkan terjadi bentrokan antara polisi dengan massa yang diduga dari keluarga pelaku penusukan.  Belum diketahui berapa jumlah korban yang luka atas insiden itu, namun berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang pegawai RSUD Empat Lawang, ada polisi terluka akibat kena tembak. Sementara puluhan orang ditangkap polisi, akibat bentrokan itu.

“Kalau dari warga aku belum tahu. Sebab, tadi ada suara rentetan tembakan sekitar jam 21.00 WIB dan ada  polisi kena luka tembak,” jelas pegawai RSUD yang minta namanya tidak dikorankan.

Menurut dia, bentrokan bermula saat anggota polisi yang luka kena tusuk berjumlah dua orang masuk ke IGD RSUD Empat Lawang untuk dirawat. “Infonya yang luka itu Kanit,” terang dia

Berselang beberapa jam kemudian datang pasien rujukan warga sipil kena luka tembak dan dirawat di IGD yang sama. “Saat itu tensi mulai panas, antara warga yang kemungkinan keluarga pasien rujukan dengan anggota polisi yang berjaga di RSUD. Kemungkinan itulah pemicu bentrokan,” jelasnya. (fir)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+ dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Favorit Anda?
  Prabowo - Sandi
  Jokowi - Ma'aruf Amin

Komentar Terakhir

  • Tommy Utama

    Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi menyatakan, hukuman mati tidak layak ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video