Panitia Pilkades Jati Dinilai Tidak Transparan

By Ariel 30 Okt 2019, 18:41:33 WIB Lahat
Panitia Pilkades Jati Dinilai Tidak Transparan

Keterangan Gambar : Bakal Calon Kades Jati, Dadang Saat Melaporkan Pihak Panitia Pilkades Jati kepuhak DPMDES


LAHAT,onlinekite.id - Tahapan pemilihan bakal calon Kepala desa (Kades) di Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, diduga tidak berjalan sesuai prosedur yang ada.

Penyelenggaraan tahapan seleksi awal berjalan seperti biasa, namun pada saat tujuh peserta menjalani test tertulis kejanggalan mulai dirasakan para calon, panitia tidak transparan dan objektif.

Pada saat penyebutan hasil ujian tertulis yang dibacakan langsung Darmi Falentina selaku Camat Pulau Pinang, peserta bakal calon Kades hanya mendengar rangking tanpa disebutkan berapa nilai hasil ujian dimaksud.

Tak hanya itu, hasil ujian yang seharusnya diketahui para bakal calon seperti disembunyikan. Padahal seharusnya hasil ujian beserta nilai diketahui semua calon dengan cara dipasang di papan pengumuman yang bisa dilihat semua calon.

Dari tujuh calon peserta, dua di antaranya atas nama Dadang Ashari dan Yusmansyah dinyatakan gugur karena memperoleh nilai terendah dari masing masing calon.

Namun, menurut Dadang didampingi Yusmansyah, dirinya menduga ada kecurangan pada saat pengkoreksian lembar jawaban. Dijelaskan bahwa tim panitia pengkoreksi lembar soal jawaban masih ada hubungan kekeluargaan dari para calon.

“Sebenarnya, kami merasa dizolimi dari awal. Panitia dari desa main tunjuk saja yang dilakukan ketua BPD Jati dan yang sama kami ketahui bahwa ketua BPD merupakan adik dari calon Kades petahanan. Lebih parahnya lagi, tim pengkoreksi lembar jawaban masih juga ada yang dari keluarga calon. Bukan rahasia lagi masyarakat juga sudah mengetahui,” ungkap Dadang didampingi Yusmansyah.

Lanjut Dadang, dirinya sangat menyesalkan demokrasi di Desanya seperti dibungkam oleh sebagian oknum tidak bertanggung jawab. Dadang juga mengharapkan hendaknya permasalahan yang terjadi di Desanya disoroti semua pihak baik dari pemerintah maupun aparat hukum.

Menanggapi permasalahan ini, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMdes), Drs Beni zainudin Msi. melalui Kasi Wilayah dan Kewarga Negaraan Desa Arie efendi, mengatakan jika bakal calon keberatan dengan hasil saat tes Akademik dan Pidato penjaringan bakal calon kades dapat melayangkan surat keberatan Inspektorat.

“Benar tadi ada Dua orang bakal calon kades yang keberatan atas hasil tes penjaringan bakal calon kades Jati, maka kami sarankan jika dinilai panitia kurang transparan dengan hasil tes, silakan melayangkan surat keberatan ke Inspektorat,” Tegas Arie 

Sementara, Rio salah satu anggota BPD Desa Jati yang sempat dihubungi membenarkan bahwa pemilihan panitia penyelenggara Pilkades dari desa dirinya bersama anggota BPD lainnya sudah mendapat lembaran nama nama yang sudah ditentukan oleh ketua BPD tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu.

“Ya panitia dari desa sudah ditunjuk tanpa adanya musyawarah, kami sudah menerima lembaran nama panitia desa untuk pemilihan dari ketua BPD Desa Jati,”ungkapnya.

Keterangan dari Rio, dibenarkan juga Herianto yang juga selaku anggota BPD Desa Jati. Menurut lelaki yang akrab disapa Anto ini, sebenarnya warga sudah banyak yang mengetahui namun warga terkesan cuek.

“Apa keterangan yang disampaikan Rio benar adanya, memang tidak ada musyawarah sebelumnya, pada saat penentuan panitia kami sudah menerima nama nama panitia penyelenggara Pilkades, tanpa adanya musyawarah sebelumnya,”terangnya.(gbr)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment