Pembahasan Raperda Sidang Paripurna DPRD Lahat Berjalan Sukses
Perda Hiburan OT Dibatasi Sampai Sore

By Ariel 03 Mar 2020, 20:43:15 WIB advitorial

Berita Terkait

Berita Populer

Pembahasan Raperda Sidang Paripurna DPRD Lahat Berjalan Sukses

Keterangan Gambar : Bupati Lahat saat melakukan penandatanganan pengesahan raperda OT di DPRD Kabupaten Lahat


LAHAT,onlinekite.id – Setelah melalui penggodokan yang cukup panjang, akhirnya, Raperda terkait larangan Orgen Tunggal (OT) beroprasi pada malam hari, secara resmi sudah diketok palu dan di tanda tangani.

Berarti dengan disahkannya, Perda hiburan Orgen Tunggal (OT) akan dibatasi. Hiburan OT hanya boleh digelar pada siang hari saja atau sampai pukul 18.00 WIB.

“Pada dasarnya kami dari Fraksi G8, setuju dengan Raperda OT. Tapi perlu disimpulkan lagi pasal perpasal, agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat dikemudian hari, termasuk apabila terjadi yang tidak diinginkan,” kata M Munawir Saffe’i SH MH, selaku juru bicara Fraksi G8, dalam sidang paripurna dengan agenda jawaban Bupati Lahat, terhadap pandangan Fraksi soal Raperda OT, Senin (2/3).

Diketahui sebelumnya, ketika dibahas Raperda OT rupanya sudah terjadi Pro dan Kontra di kalangan Politisi. Karena, OT dinilai menimbulkan banyak keresahan hingga korban nyawa, pengusaha OT menolak dituding jika OT yang meyebabkan keresahan itu. Ditambah banyaknya warga yang menggantungkan hidup dari usaha OT. 

“Karena awalnya kita (DPR) punya pendapat masing-masing, akhirnya diambil voting. Didapatlah OT hanya boleh sampai batas pukul 18.00 WIB. Meskipun adanya Perda ini, kita yakin pengusaha OT tidak akan merugi,” tambah Pajeroni Politisi dari PPP Lahat ini.

Sementara Bupati Lahat, Cik Ujang SH menyampaikan, dengan adanya batasan waktu soal OT tersebut, agar dapat mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

Mengapa demikian, apabila hiburan Orgen Tunggal (OT) diadakan sudah pasti akan terjadi seperti pesta minuman keras (Miras), Narkoba, hingga berujung perkelahian. Sehingga, dapat menganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat yang ada.

“Untuk diketahui, di zaman Bupati Lahat sebelumnya, sudah ada Perbub OT dibatasi pukul 22.00 WIB. Tapi buktinya masih banyak korban jiwa. Perda OT ini juga diperkuat dengan Perda Kota Layak Anak. Batasan waktu OT ini juga untuk memberikan kenyamanan bagi anak-anak untuk belajar pada malam hari,” pesan Cik Ujang dalam pidatonya.

Terakhir, usai diketok palu Raperda tentang Hiburan Orgen Tunggal (OT) Bupati Lahat Cik Ujang SH dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat menandatangi Raperda tersebut. (ADVITORIAL)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment